Blog SANDEQNEWS adalah media dan berita serta komunikasi untuk semua bangsa di muka bumi ini. Dilarang Keras Melakukan Hal Yang Dapat Melanggar, terutama dalam berkomentar negatif dan memosting Gambar, baik foto maupun Video yang berbau Fornografi, Rasis, dan SARA. Postingan Melanggar Hukum diluar tanggungjawab SANDEQNEWS. Terima Kasih Telah Berkunjung dan Mendukung Blog Ini.
Unjuk rasa mahasiswa FRI-WP dan KMP di depan kampus Universitas Muhammadiyah Maluku, Ternate, Maluku Utara, Senin (2/12/209) siang. (ist)Unjuk Rasa Pro Demokrasi & HAM WEST PAPUA Berujung Ricuh Dengan Aparat
SANDEQPOSNews.com, Ternate – Unjuk rasa dilakukanb oleh Front Rakyat Indonesia untuk west Papua (FRI-WP) dan Komunitas Mahasiswa Papua (KMP), berlangsung ricuh di depan kampus Univresits Muhammadiyah Maluku Di kota Ternate, Maluku Utara, Senin 2/12/2019) siang.
Mahasiswa ini sedang unjuk rasa sambil membentangkan spanduk bertuliskan : Berikan Hak Bagi Kami Menentukan Nasib Sendiri Bagi West Papua dan Bebaskan Tahanan Politik Papua.
Dalam unjuk rasa itu diduga terjadi aksi tindakan refresentatif aparat terhadap para pengunjuk rasa tersebut.
Membuat sejumlah mahasiswa mengalami luka dan diamankan ke kantor Mapolres Ternate.
Tindakan ini kemudian dikecam oleh KPR (Kesatuan Perjuangan Rakyat).
Berdasarkan informasi yang masuk ke redaksi SANDEQPOSNews.com melalui WhatsAap, bahwa sekira pukul 08:00, waktu Indonesia Timur, Senin (2/12) pagi, 35 mahasiswa gabungan mahasiswa FRI-WP dan KMP berkumpul di depan kampus B Univ. Muhammadiyah Malut.
Saat itu aparat gabungan TNI/Polri mulai terlihat berjaga-jaga, kebanyak berpakaian sipil.
“Hingga sekitar pukul 10.30 WIT, aksi mulai digelar. kawan-kawan kami mulai berorasi. Mereka membentangkan poster-poster tuntutan dan spanduk aksi,” kata salah satu mahasiswa.
Saling dorong dan tarik-menarik antara pengunjuk rasa dengan aktivis mahasiswa. (ist).Saat aksi sedang berjalan sekira 30 menit, di pukul 11.00 WIT, tampak gabungan TNI-Polri beseragam lengkap dan sebagian berpakaia sipil tiba di lokasi unjuk rasa, saat itu juga aparat mencoba mengambil spanduk namun mahasiswa bertahan, hingga terjadi aksi tarik menarik dan saling dorong.
Kericuhan pun terjadi, sejumlah mahasiswa mengalami luka hingga ada yang hidungnya berdarah. Sebagian mahasiswa diamankan ke Polres Ternate.
“10 orang kawan-kawan yang ditangkap. 5 diantaranya belum teridentifikasi nama-nama mereka. 5 orang yang sudah diketahui namanya yang sekarang berada di Polres,” ungkap sumber mahasiswa di Ternate.
SANDEQPOSNews.com, Situbondo, – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Indonesia Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kasad Australia Lieutenant General Richard Burr menyaksikan puncak Latihan Bersama (Latma) Wirra Jaya Ausindo Tahun 2019 di wilayah perbukitan sekitar Markas Komando Pusat Latihan Tempur (Mako Puslatpur) 5 Marinir, Baluran, Jawa Timur, Kamis (21/11/2019).
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Candra Wijaya dalam rilisnya mengatakan, usai menyaksikan manuver serangan Infanteri Mekanis TNI AD dan AD Australia dengan menggunakan kendaraan tempur mekanis yang menjadi andalan negara masing-masing, Jenderal TNI Andika Perkasa dan Lieutenant General Richard Burr sekaligus menutup secara resmi latihan bersama yang telah berlangsung sejak tanggal 13 hingga 21 November ini.
“Latihan bersama ini melibatkan personel dari satuan Brigif Mekanis Raider 6 Divif-2/Kostrad sebanyak 184 orang dan 1st Brigade Angkatan Darat Australia sebanyak 100 orang, ” ungkap Candra.
Jenderal TNI Andika Perkasa menjemput Kasad Australia Lieutenant General Richard Burr di Bandara. (ist)
Ditambahkan Kadispenad bahwa di tahun 2019 ini merupakan Latihan Bersama Wirra Jaya Ausindo yang ke-8 kalinya, bertujuan untuk mempererat hubungan antara Angkatan Darat kedua negara dalam rangka menjaga stabilitas keamanan kawasan Indo Pasifik.
“Latihan ini telah menjadi semacam tradisi yang mencerminkan komitmen persahabatan kedua negara dan kedua Angkatan Darat,” ujarnya.
Sementara itu, Kasad Andika Perkasa dalam kesempatan tersebut berpesan kepada seluruh peserta latihan bersama untuk tetap menjaga tali persahabatan dengan cara bertukar nomor telepon dan kontak WhatsApp, agar masih bisa saling berkomunikasi meskipun latihan telah usai.
Sedangkan, Richard Burr berharap Latma Wirra Jaya Ausindo 2019 dapat makin meningkatkan kerja sama diantara kedua negara, sebab menurutnya, Indonesia dan Australia berada dalam kawasan yang sama.
“Lewat latihan bersama, saya berharap kita juga bisa meningkatkan kerja sama demi kepentingan yang sama yaitu menjaga stabilitas keamanan di kawasan Indo Pasifik,” harap Richard.
Selama sepekan terakhir ini, para prajurit Angkatan Darat dari kedua negara saling mengasah kemampuannya dalam medan pertempuran. Mereka juga saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan teknik bertempur yang bermanfaat untuk memperkaya khazanah kemiliteran kedua belah pihak.
Latihan difokuskan pada manuver alat tempur dan serangan mekanis. Sebab, pasukan yang terlibat dalam latihan tempur ini merupakan pasukan-pasukan Infanteri Mekanis, dan memiliki kendaraan tempur yang bisa digerakkan menuju wilayah sasaran pertempuran.
Jenderal TNI Andika Perkasa dan Kasad Australia Lieutenant General Richard Burr memeriksa barisan TNI dan militer Australia. (ist)
Hadir dalam puncak latihan dan upacara penutupan Latma Wirra Jaya Ausindo Tahun 2019 tersebut antara lain Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr., (Han), Pangdam V/Brawijaya, Aspam dan Asops Kasad, Panglima Divisi-2/Kostrad, dan Kadispenad, serta beberapa pejabat TNI AD lainnya termasuk Atase AD RI di Canberra.
Sementara Kasad Australia didampingi oleh Atase Pertahanan dan Atase AD Australia di Jakarta, serta beberapa pejabat Angkatan Darat Australia lainnya.